Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh/ Ist

KEDIRI | SURYA MATARAM –  Tangis histeris seorang ibu tak membendung rasa takut dan ketidakadilan yang menimpa buah hatinya.

berinisial EV (29), warga Kabupaten Kediri, mendatangi Kantor Sekretariat Yakuza Maneges Pusat Kediri pada Rabu (14/10/2026) malam, untuk meminta perlindungan hukum dan pengawalan atas kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa anak perempuan kandungnya.

Korban, seorang anak di bawah umur yang lahir pada tahun 2019 (kini berusia 7 tahun), diduga telah menjadi sasaran pencabulan dan kekerasan seksual sejak berumur 5 tahun hingga saat ini.

Berdasarkan penuturan sang ibu saat mengadu ke redaksi dan tim advokasi Yakuza Maneges, aksi bejat terduga pelaku telah berlangsung secara bertahap dan berulang.

Aksi berulang-ulang tersebut dimulai dari tindakan tidak senonoh seperti mencium area sensitif korban, meraba dan mengelus, tindakan menggunakan jari, hingga dugaan persetubuhan (penetrasi) oleh terduga pelaku.

*Sudah Dilaporkan ke Polsek Kandat dan Visum di RS Bhayangkara*

Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini sebenarnya telah bergulir ke jalur hukum. Ibu korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kandat untuk diproses secara pidana.

Selain laporan kepolisian, tindakan medis berupa pemeriksaan fisik dan visum et repertum terhadap korban juga telah dilaksanakan di RS Bhayangkara Kediri pada Selasa (13/10/2026) guna melengkapi alat bukti hukum.

“Hasil visum kemaluan anak saya sudah robek dan memar, sampai hari ini anak saya selalu bilang takut di naikin papa lagi,” ungkap EV.

*Ibu Korban Diintimidasi dan Diancam Dibunuh*

Alasan utama EV mendatangi Yakuza Maneges Pusat adalah munculnya ancaman keselamatan jiwa. Usai membuat laporan polisi, EV mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan dari terduga pelaku apabila ia dan anaknya berani pulang ke rumah.

“Ibu korban mendatangi Yakuza Maneges dalam kondisi sangat trauma dan ketakutan karena adanya ancaman pembunuhan dari pihak terduga pelaku jika korban dan ibunya kembali ke rumah. Saat ini keselamatan jiwa ibu dan anak menjadi prioritas utama,” ujar Pak Bendol, Dewan Pengawas Tim Yakuza Maneges Pusat.

Menanggapi aduan ini, Yakuza Maneges berkomitmen untuk mengawal penuh penanganan kasus ini, baik dari sisi pendampingan hukum, perlindungan saksi dan korban, serta mendesak aparat kepolisian (Polres Kediri / Polsek Kandat) untuk segera menahan terduga pelaku demi keamanan korban serta kepastian hukum.

Reporter : Eko Hartono

Berita Terkait

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 520 Juta, Naik 26 Persen
Menyatukan Dunia Melalui Sepak Bola: Dampak Global Piala Dunia
Evolusi Jakarta: Dari Ibu Kota Kolonial Menjadi Metropolis Modern
Menjelajahi Keajaiban Alam Bandung: Dari Lanskap Vulkanik hingga Air Terjun Megah
Stranger Things Musim Pertama | Trailer Resmi Terakhir | Netflix

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:08 WIB

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 520 Juta, Naik 26 Persen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Senin, 4 Mei 2026 - 02:31 WIB

Menyatukan Dunia Melalui Sepak Bola: Dampak Global Piala Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 02:31 WIB

Evolusi Jakarta: Dari Ibu Kota Kolonial Menjadi Metropolis Modern

Senin, 4 Mei 2026 - 02:31 WIB

Menjelajahi Keajaiban Alam Bandung: Dari Lanskap Vulkanik hingga Air Terjun Megah

Berita Terbaru